Banyak Bermain Bikin Anak Cerdas

KOMPAS
Rabu, 23 Juli 2008 | 17:32 WIB

INGIN anak Anda cerdas dan kreatif? Mulailah melewati hari-hari bersama bayi atau anak Anda dengan aktivitas menyenangkan. Kegiatan ini akan memberi stimulasi bagi otak anak.  

Ya, stimulasi yang dimaksud adalah upaya orang tua atau keluarga untuk mengajak anak bermain dalam suasana penuh gembira dan kasih sayang.  Aktivitas bermain dan suasana cinta ini penting guna merangsang seluruh sistem indera, melatih kemampuan motorik halus dan kasar, kemampuan berkomunikasi serta perasaan dan pikiran si anak.

Seperti dijelaskan pakar dan konsultan tumbuh kembang anak, Dr Soedjatmiko SpA(K), rangsangan atau stimulasi sejak dini adalah salah satu faktor eksternal yang sangat penting dalam menentukan kecerdasan anak. Selain stimulasi, ada faktor eksternal lain yang ikut mempengaruhi kecerdasan seorang anak yakni kualitas asupan gizi, pola pengasuhan yang tepat dan kasih sayang terhadap anak.

Mengapa stimulasi memiliki peran yang sangat penting? Soedjatmiko menegaskan bahwa rangsangan atau stimulasi sangat menentukan perkembangan kualitas sel-sel otak manusia bahkan sejak dalam kandungan.

“Makin bervariasi rangsangan yang diterima bayi dan balita, makin kompleks pula struktur sinaps atau hubungan antarsel otak. Makin sering dan kuatnya rangsangan diterima, makin bertambah kuat hubungan antarsel otak. Semakin kompleks dan kuat sinaps, makin tinggi dan bervariasi pula kecerdasan anak,” ungkap Soedjatmiko di sela-sela jumpa pers Smart Parents Conference, Rabu (23/7) di Jakarta.

Lebih jauh ia menjelaskan, sel-sel otak manusia terbentuk sejak tiga-empat bulan dalam kandungan dan akan berlanjut hingga usia tiga-empat tahun. Tak heran bila rentang usia ini juga sering disebut sebagai golden years period.  Pada masa ini, jumlah sel otak dapat tumbuh hingga miliaran, meski pada awalnya belum ada hubungan antarsel.

“Nah, di sini pentingnya peran orang tua dalam membentuk dan menentukan rangkaian hubungan antarsel ini supaya berkualitas dan kompleks dengan cara melakukan stimulasi,” ungkapnya

Mantan ketua III Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia ini menerangkan, stimulasi dapat dilakukan sedini mungkin sejak janin dalam kandungan dengan cara mengajak ngobrol janin, menyanyikan lagu, memperdengarkan lagu melalui radio kaset yang ditempelkan ke perut ibu atau  membacakan doa sambil mengelus-ngelus perut ibu.

Sedangkan memasuki usia bayi dan balita, kegiatan stimulasi dapat dilakukan lebih beragam, misalnya saat memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, jalan-jalan, bermain hingga menjelang tidur.

Contoh stimulasi untuk bayi 0 hingga 3 bulan misalnya mengusahakan rasa nyaman, aman dan menyenangkan, memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, berbicara, menyembunyikan berbagai suara atau musik bergantian, menggantung dan menggerakkan  benda berwarna mencolok, benda-benda berbunyi, menggulingkan bayi ke kanan-kiri, tengkurap-telentang, dirangsang untuk memegang mainan.

Yang penting, lanjut Soedjatmiko, stimulasi harus dilakukan setiap hari dalam suasana menyenangkan dan penuh kasih sayang. Stimulasi juga harus bervariasi disesuaikan usia dan perkembangan kemampuan anak dan harus dilakukan oleh orang tua atau keluarga.

2 Tanggapan

  1. […] Banyak Bermain Bikin Anak Cerdas September 5, 2008 4:14 pm admin Dari Blogger – Agreegator Dari https://eduloka.wordpress.com/2008/09/05/banyak-bermain-bikin-anak-cerdas/ […]

  2. Terimakasih atas informasinya, saya pasti akan sering berkunjung kesitus ini lagi, salam..
    http://www.feeseetour.blogspot.com just call me VISITOR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: