Kisah Teladan : Kisah Dua Ekor Tikus

Pada zaman dahulu hiduplah dua ekor tikus yang saling berteman baik. Salah satu dari tikus itu berasal dari sebuah desa sedangkan satunya lagi datang dari sebuah kota. Setiap hari kedua tikus itu selalu bertemu untuk bermain dan makan bersama. Merka juga saling bercerita dan bercengkerama bersama.

Pada suatu hari, tikus desa itu mengundang tikus kota untuk berkunjung ke tempatnya. Tikus desa itu menyuguhi tikus kota dengan jewawut dan padi pada temannya itu.

“Kamu bisa menikmati makanan yang segar di sini. Makanan ini semuanya berasalah dari kebun. Kamu bisa makan sepuasnya, sebanyak yang kamu suka,” kata tikus desa itu. Tikus kota menjadi sangat senang sekali dan ia makan dengan lahap dan banyak.

Ketika kedua tkus itu sedang asyik menikmati makanan tersebut, tiba-tiba pemilik rumah masuk ke dapur.

Beberapa hari kemudian tikus desa itu pergi mengunjungi temannya di kota. Tikus kota membawa tikus desa itu berkeliling kota. Kemudian saat waktu makan tiba, tikus kota itu membawa temannya ke sebuah rumah. Tikus desa itu sangat senang melihat beraneka ragam makanan yang lezat di atas meja. Kemudian keduanya memanjat ke atas meja.

“Makanan disini sangat nikmat dan lezat,” kata tikus desa.

“Disini kamu bisa makan apa saja yang kamu suka. Kamu bisa makan keju, kue-kue, buah-buahan…,” kata tikus kota.

Ketika kedua tkus itu sedang asyik menikmati makanan tersebut, tiba-tiba pemilik rumah masuk ke dapur. Mereka menjadi sangat ketakutan. Tikus kota itu langsung lompat turun dari atas meja dan bersembunyi di balik sebuah lemari. Tikus desa itu tak dapat melarikan diri kali ini. Dia menjadi sangat ketakutan sekali.

Pemilik rumah itu melihat tikus desa itu di atas meja. Ia lantas mengambil sebuah sapu dan memukul tikus desa itu. Tikus desa itu berhasil menghindar dari pukulan sapu dan berlari secepatnya untuk bersembunyi bersama tikus kota.

“Aku kira lebih aman kalau aku tinggal di desaku. Tak masalah bagiku walaupun aku hanya makan jewawut dan padi,” kata tikus desa itu pada tikus kota.

Pesan Moral : Nah adik-adik, maka dari itu kita haruslah bisa menyukuri dengan apa yang sudah kita miliki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: